You Know What?

Permalink

Rumit Tapi Anjrit

Berlanjut dari origami handuk yang terdahulu, sekarang saya tampilkan beberapa karya origami kertas dari master (udah profesional gitu)

Banyak dari karya tersebut yang tidak dijual oleh pembuatnya arena dirasa memiliki nilai artistic yang tinggi. Kalau pun dijual maka harganya sangatlah tinggi.

Seperti karya berikut ini…sempat ditawar dengan harga 1 juta yen, namun pembuatnya menolak untuk menjualnya. Satoshi Kamiya…adalah pemenang TV Champion Jepang, dan origami naga inilah yang mengantarkannya menjadi juara 1

Berikut adalah karya-karya origami oleh para master origami

Bahkan ada baju yang terbuat dari origami kertas, yang tentunya sangat anggun dan menawan, berikut contohnya

That’s it…keep your creativity guys…

Permalink

Saat Pertama Berjumpa Dengannya

Saat pertama berjumpa dengannya

 

Saat pertama berjumpa dengannya…hatiku berdegup kencang, rasa kaget tak menyangka bahwa aku akan berjumpa dengannya kemarin. Karena reflek, tanganku langsung kukibaskan. Melemparnya entah kemana. Seekor hewan yang tiba-tiba hinggap di telunjuk tangan kiriku.

Gambar :

TOMCAT…itulah namanya. Kemarin sekitar jam 3 pagi, hewan yang bernama latin —————- itu datang ke kamar kosku. Mungkin karena sebelumnya pintu kamar kubuka lebar lumayan lama kali ya, jadi cahaya lampu kamarku menarik perhatiannya untuk datang dan masuk kamarku tanpa perrmisi dahulu. Kabar urbanisasi hewan ini ke Jakarta ternyata bukan hanya isapan jempol belaka, nyari peruntungan di Jakarta kali ya, wkwk. Dan sekarang hewan itu sudah sampai di bintaro, di Kalomongso tepatnya.

Hewan yang akhir-akhir ini sering diberitakan di banyak media itu—yang selanjutnya saya sebut “mungil”—, akhirnya berhasil kutangkap setelah terjadi pertarungan yang lumayan sengit. Ketika kuhempaskan dari telunjuk tangan kiriku, ia lari entah kemana. Akupun mondar-mandir mencari keberadaannya, maklum lah, si mungil masih ada di dalam kamarku. Saat itu kedua temanku, saya tidak menyebut nama tapi yang jelas bukan “Ang” dan “Alim” menginap di kostku. Mereka tertidur pulas dan tidak mengetahui apa yang terjadi saat itu. Setelah pencarian yang cukup lama, akhirnya mungil kutemukan hinggap di layar laptopku. Tanpa menunggu lama ku ambil sebilah kertas dan sebongkah keberanian untuk menangkap si mungil. Hiaaaaaatt…mungil kutangkap dan kuremas-remas hingga puas.

Akupun penasaran ingin melihat bagaimana keadaannya setelah ku aniaya, ya siapa tau dia baik-baik saja. Dan ternyata yang kuremas-remas tadi hanyalah angin alias tidak ada apa-apa. Mungil berhasil menyelamatkan diri di saat-saat terakhir. Aku semakin frustasi mencarinya. Setelah beberapa menit…mungil yang berwarna merah hitam itu menampakkan diri lagi dihadapanku. Tak kusia-siakan kesempatan itu, kali ini kupastikan ia berada dalam genggamanku (bukan dalam arti yang sebenarnya).

Mungil berhasil kutangkap dan ada di dalam kertas senjatku tadi. Dengan sigap kubawa keluar kamar dan kutaruh dibawah kursi depan kamarku (buat kenang-kenganan). Pagi itu juga (sekitar jam 4) akupun mandi wajib…berharap semoga racun si mungil tak mengenaiku.

Kini mungil tinggal kenangan. Yang tersisa darinya hanyalah jasadnya yang masih utuh berada di bawah kursi depan kamarku.

Saran agar teman mungil tak menghampiri kamar kalian :

1.       Jangan buka pintu kamar dalam waktu yang cukup lama (apalagi malam-malam)

2.       Jangan biarkan Ang dan Alim menginap di kamarmu

Itu tadi pengalaman pertamaku berjumpa dengan tomcat. Dan sekali itu sudah cukup bagiku…

kapoooooook

Permalink

Seni Tak Terbatas

Origami adalah sebuah seni melipat kertas. Seni ini kemungkinan berasal dari negeri Tiongkok China yang berkembang di Jepang bersamaan denga mulai diperkenalkannya penggunaan kertas sekitar 105 Masehi. Pada jaman Edo era (1603-1867) seni melipat kertas mulai berkembang secara lebih luas. Teknik lipatan kertas dan beragam obyek yang diciptakan dari yang sangat sederhana dan hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk membuatnya sampai bentuk rumit yang memerlukan waktu beberapa jam.

Dewasa ini, origami ternyata tidak hanya mengandalkan kertas sebagai media. Lebih dari itu, origami dengan memanfaatkan media handuk juga tak kalah indahnya. Berikut hasil dari origami handuk karya Alison Jenkins di hotel-hotel berbintang ternama di sejumlah negara:

1.Replika Angsa Hitam-Putih

2.Replika Monyet Putih

3.Replika Buaya Putih

4.Replika Anjing Berkacamata

5.Replika Gajah

6.Replika Dua Kelinci

7.Replika Angsa Berbentuk Hati

8.Replika Siput

9.Replika Kura-Kura

10.Replika Kepiting

11.Replika Kelinci (atau anjing?)

12.Replika Kodok

13.Replika Kelelawar

So Creative…(^.^)

Permalink “Gimana Sih Cara Ngatasin Sedih Putus Cinta?”

Putus cinta merampas keceriaan dan menggantinya dengan tangisan keputusasaan. Perhatikan kisah nyata ini (nama asli telah diubah), Joni dan Tia sudah dua tahun menjalin hubungan. Ikatan emosi mereka terjalin mesra selama ini. Setiap ada kesempatan Joni mengirimkan SMS kepada Tia, entah iu puisi maupun hanya sekedar menanyakan keadaan. Pada momen spesial, Joni memberi hadiah kepada Tia, untuk menunjukkan bahwa dia selalu memikirkan Tia. Setelah sekian lama menjalin hubungan, Joni dan Tia mulai membicarakan kemungkinan pernikahan dan dimana mereka kelak akan tinggal sebagai suami istri. Namun tanpa diduga-duga, pada suatu hari, Tia menyudahi hubungan tersebut dengan Joni, dengan alasan Tia lebih memilih mengikuti kata orangtuanya, menikah dengan  lelaki  pilihan orangtuanya. Hati Joni benar-benar hancur. Dia melewati hari-harinya dengan perasaan hampa dan terpukul. Galau gitu lho… “Aku terkuras secara mental dan fisik”, pengakuan Joni kepada saya.

Putus Cinta Betapa Menyakitkan

Kalau anda berada dalam situasi seperti Joni, anda mungkin akan bertanya-tanya,

”Bakal sanggupkah aku melaluinya?”

Wajar jika seseorang yang putus cinta merasa pedih. Putus cinta bisa jadi merupakan salah satu pengalaman paling traumatis yang harus kita alami. Malah ada yang bilang putus cinta sama seperti mati saja rasanya. Pada umumnya inilah yang dirasakan orang yang baru  putus cinta:

MENYANGKAL –> “tak mungkin ini terjadi. Dalam satu atau dua hari dia bakal berubah pikiran”
MARAH –> “Kok tega sekali dia memutuskan aku seperti ini”
MERASA DEPRESI –>”Aku tak pantas disayangi. Tidak seorangpun mau mencintaiku”
MENERIMA KEADAAN –>”Aku akan baik-baik saja. Menyakitkan, tapi akan kembali sembuh sakit hatiku setelah berjalannya waktu”
Memang tidak semua orang bisa langsung ke situasi hati menerima keadaan. Ini tergantung pada sejumlah faktor, termasuk seberapa lama dan sejauh mana hubungan percintaan.

Memulihkan Rasa Sakit

Kita mungkin pernah mendengar ungkapan ‘waktu bisa menyembuhkan segala luka’. Sewaktu kita baru putus cinta,kata-kata tersebut mungkin tak ada artinya.

Memang,putus cinta seperti luka gores yang akan sembuh pada waktunya,menyakitkan pada saat baru terluka. Tetapi luka gores harus dijaga agar tidak terjadi infeksi, begitu pula dengan luka emosi karena putus cinta.

Berikut langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah infeksi emosional akibat putus cinta:

Jangan tahan kesedihan hati
Tidak salah bila harus menangis mencucurkan air mata. Air mata tidak berarti menandakan kita lemah. Bila kamu ingin menangis,menangislah hingga perasaan kamu lega.

Menjaga Kesehatan
Asupan nutrisi yang baik akan mengisi kembali energi yang hilang akibat derita emosi lantaran putus cinta.

Tetap Sibuk
Jangan berhenti melakukan aktifitas. Saat putus cinta,kita justru tidak boleh mengasingkan diri. Berinteraksi dengan orang-orang yang peduli pada kita akan membuat kita fokus pada sesuatu yang positif.

Berdoa kepada TUHAN
Ini cara yang paling ampuh  untuk mengobati luka akibat putus cinta. Dengan berdoa kepada TUHAN, niscaya kepedihan hati akan terganti dengan keteduhan hati

Menatap ke Depan

Setelah waktu berlalu dan kita telah sembuh dari duka akibat putus cinta, ada baiknya jika kita memeriksa apa yang sebenarnya terjadi dengan hubungan cinta kita yang dulu. Dari situ kita bisa belajar untuk menjalani hubungan cinta kita berikutnya. Jadi jangan trauma untuk memulai hubungan cinta yang baru.

 

“believe that you can move on”
Permalink The Raid : “Antara Pujian dan Hujatan”
Untuk beberapa minggu ini pemerhati perfilman dan pecinta film masih merasakan ketegangan film The Raid. Beberapa penonton menilai film tersebut penuh dengan unsur kesadisan, namun tidak sedikit juga yang mengatakan film itu adalah bagian dari seni beladiri. Pembahasan mengenai beladiri SILAT yang dipakai dalam film tersebut pun berujung pada perdebatan. Bahwa silat yang digunakan dalam film tersebut tidak mewakili SILAT pada umumnya karena SILAT itu hanya mempertahankan diri bukan untuk membunuh. Pendapat ini pun dibantah oleh yang lain dengan mengatakan bahwa dalam silat ada juga seni untuk menjatuhkan dan menyerang.
Yang lain ngotot mengatakan bahwa film The Raid terlalu sadis karena mempertontonkan kekerasan dan bisa merusak kesatuan bangsa karena memposisikan satu etnis sebagai biang krimina. Sementara lainnya membela bahwa semua harus dilihat secara universal, karena ini merupakan film yang sifatnya hiburan. Jadi mereka yang masuk kedalam bioskop pasti sudah dewasa untuk menempatkan sebuah hiburan sebagai sebuah kenyataan. Pro-kontra terus bergulir dan sejauh itu film ini tetap diputar dan bahkan semakin lama semakin banyak yang ingin menontonnya. Bahkan mereka yang menilai sadis pun berkali-kali keluar masuk bioskop untuk menonton film ini.
Terlepas dari pro-kontra dan perdebatan itu semua, yang pasti bahwa kita harusnya berbangga karena ada satu karya anak bangsa yang mendapatkan apresiasi luar biasa diluar. Kita harus jujur bahwa masih ada disekitar kita yang kurang memberikan penghargaan atas hasil karya anak bangsa sendiri, bahkan kadang-kadang kita sendiri yang menjatuhkan hasil karya tersebut. Contoh kecilnya mobil ES EM KA hasil rakitan pelajar-pelajar bangsa ini, sedikit sekali yang mengapresiasikannya bahkan sebagian besar mencibirnya. Namun kita sangat mengagumi karya-karya luar dan memberikan porsi yang begitu banyak pada karya-karya asing tersebut. Bukannya penulis anti dengan karya luar atau mengajak para pembaca untuk tidak menyukai karya luar, tapi setidaknya berikanlah sedikit tempat di hati untuk karya anak bangsa.
Begitu pun dengan film The Raid. Film ini mencoba mengangkat SILAT sebagai kerangka utama dari isi cerita. Mungkin ada sisi yang tidak pas atau yang janggal dari gerakan silat yang ada, namun setidaknya para penikmat film dunia mengerti dan kenal bahwa ternyata Indonesia juga memiliki seni bela diri sendiri yang bernama SILAT.
Kita maklum sejauh ini mereka (orang-orang luar) hanya kenal KUNGFU, KARATE, TAEKOWNDO, THAI-BOX, YUDO dan sama sekali buta dengan SILAT. Film-film yang mengangkat KUNGFU, KARATE, dan lainnya sebagai seni petarungnya dibuat sedemikian menarik di mata para penonton “bule”. Sehingga ketika mereka keluar BIOSKOP mereka akan terus membicarakan film dan seni bela diri tersebut. Hal ini ternyata sukses, sehingga bermunculan ilmu-ilmu beladiri di benua biru itu. Semuanya ditampilkan dengan penuh kekerasan, dan kebengisan dari film-film seni bela diri tersebut.
Apakah film Bruce Lee yang berjudul Fist of Fury tidak keras? Mungkin di mata penikmat film saat ini film tersebut tidak terlalu keras, namun benarkah pendapat penontonnya di saat film itu pertama di putar?
Atau film yang diperankan bintang Thailand Toni Jaa, Ong Bak I, II dan III yang berlatar belakang kerajaan tidak membuat merinding penontonnya?.
Memang ada sisi gelap dari film yang bergenre action, terutama pertempuran dengan tangan kosong. Namun dari itu semua ada sesuatu kegembiraan bahwa seni pertempuran jarak dekat (martial arts) yang ada dalam film tersebut akan terangkat seiring “meledaknya” film tersebut.
Yang diharapkan adalah dengan adanya film The Raid ini akan bermunculan sanggar atau pedepokan-pedepokan SILAT di EROPA, AMERIKA atau benua lainnya. Sehingga diharapkan membangkitkan kebanggaan pada diri anak bangsa yang mulai pudar.
:-)
Permalink  :  /